Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami Diabetesi Saat Puasa

Puasa Ramadan bagaikan dua sisi mata uang bagi Anda yang memiliki diabetes. Berpuasa bisa bermanfaat, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Inilah beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami para diabetesi saat berpuasa.


1. Hipoglikemia
Hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah (<70 mg/dL) kerap dialami oleh para diabetesi yang mendapatkan pengobatan, baik obat oral maupun terapi insulin. Risiko ini semakin meningkat kala Anda berpuasa. Bila terjadi, Anda dapat merasa lemas, gelisah, berkeringat dingin, jantung berdebar, mual hingga muntah, serta sakit kepala. Kondisi ini tergolong kegawatan medis sehingga Anda perlu segera membatalkan puasa dan mengonsumsi minuman atau makanan manis.


2. Hiperglikemia
Selain hipoglikemia, para diabetesi pun rentan mengalami hiperglikemia atau perburukan kontrol gula darah. Ini bisa terjadi jika diabetesi lupa mengonsumsi obat atau menggunakan terapi insulin akibat jadwal yang berubah saat puasa.
Hal ini juga bisa terjadi karena dosis obat atau insulin dikurangi tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Pola sahur dan berbuka yang kurang tepat ditambah kurang bergerak saat puasa juga dapat memperburuk kondisi ini.
Puasa harus dibatalkan jika kadar gula darah mencapai lebih dari 300 mg/dL. Kondisi ini dapat memicu ketoasidosis diabetikum, yang juga merupakan sebuah kegawatan medis.


3. Mag
Para diabetesi dengan riwayat sakit mag rentan mengalami kekambuhan saat puasa. Asam lambung bisa meningkat akibat lambung yang kosong selama puasa. Menu sahur dan berbuka yang juga dapat memperparah mag.
Untuk mencegah mag, jangan merokok dan hindari mengonsumsi makanan yang menghasilkan gas seperti sayur kubis dan minuman bersoda. Batasi pula makanan berlemak, asam, pedas, serta minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh.


4. Sulit buang air besar
Sulit buang air besar atau sembelit biasanya terjadi karena tubuh kekurangan serat dan cairan. Untuk menghindarinya, Anda perlu memperbanyak asupan cairan dan mengonsumsi makanan kaya serat seperti nasi merah, biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan saat sahur dan berbuka.


5. Tekanan darah rendah
Apakah Anda pernah merasa lemas, lesu, seperti melayang, atau bahkan ingin pingsan saat puasa? Bisa jadi Anda mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi. Untuk mencegahnya, Anda harus cukup minum selama sahur dan berbuka.
Anda pun perlu berolahraga secara rutin, paling sedikit 5 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit per harinya. Lakukan olahraga yang ringan supaya jantung terlatih untuk memompa darah lebih efisien. Pastikan juga untuk beristirahat secara cukup.


6. Bau mulut
Bau mulut atau halitosis tidak berbahaya, akan tetapi kerap mengganggu diabetesi yang sedang berpuasa. Keluhan ini muncul karena asupan cairan dan makanan yang berkurang. Sering lupa menggosok gigi dan membersihkan lidah, mengonsumsi makanan berbau tajam, adanya infeksi saluran napas, gangguan ginjal, dan kondisi diabetes itu sendiri dapat memperburuk keluhan.
Agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan ini, perlu dilakukan evaluasi sebelum puasa Ramadan dengan dokter Anda. Perlu dilihat apakah kondisi Anda saat ini memungkinkan untuk berpuasa. Jika ternyata boleh, jangan lupa untuk selalu mematuhi anjuran pengobatan dokter selama puasa.


Terapkan pola makan yang tepat untuk sahur dan berbuka, serta pastikan untuk memiliki waktu tidur yang cukup. Dengan melakukan semua ini, diharapkan ibadah puasa Anda senantiasa lancar dan bebas dari ancaman terjadinya komplikasi.


(RN/ RH)

 

Sumber 1

Sumber 2

 

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua