Menjaga Ginjal Tetap Sehat Meski Diabetes

Diabetesi lebih berisiko mengalami gangguan ginjal dibandingkan orang sehat. Terutama mereka yang telah mengalami diabetes selama 10 tahun atau lebih. Meski demikian, gangguan ginjal dapat diperlambat atau bahkan dicegah. Ini caranya:

1. Pertahankan target kontrol kadar gula darah


Risiko kerusakan ginjal sangat tinggi jika kontrol gula darah kurang baik. Karena itu, menjaga kadar gula darah dalam rentang yang ditargetkan merupakan kunci dari semuanya. Kendali gula darah yang baik dapat menurunkan risiko gangguan ginjal hingga lebih dari 50%.

Target kadar gula darah puasa 70–130 mg/dL, kadar gula darah 2 jam setelah makan di bawah 180 mg/dL, dan HbA1c di bawah 7%. Kadar HbA1c merupakan indikator utama yang berhubungan dengan risiko nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Risiko gangguan ginjal akan makin besar dengan makin tingginya kadar HbA1c.

2. Periksakan panel gula darah secara rutin


Bagi Anda yang menggunakan insulin, pemantauan kadar gula darah secara mandiri dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan, dua jam setelah makan, saat mau tidur, sebelum berolahraga, atau saat akan mengemudi. Jika hanya menggunakan obat-obat antidiabetes, pemantauan dapat Anda lakukan 1–2 kali sehari atau saat akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berisiko.

Untuk pemeriksaan kadar gula darah di laboratorium, lakukan 3 bulan sekali serta mencakup panel kadar gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makan, dan kadar HbA1c.

3. Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol


Faktor lain yang juga dapat memicu kerusakan ginjal, yaitu tekanan darah dan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) yang tinggi. Karena itu, diabetesi perlu menjaga tekanan darah di bawah 130/80 mmHg dan kolesterol LDL di bawah 100 mg/dL. Target ini bisa dicapai melalui diet rendah garam, rendah lemak, tinggi serat, serta dengan rutin berolahraga.


4. Lakukan pemeriksaan urine setiap tahun
Pemeriksaan urine tahunan, khususnya uji mikroalbumin urine, perlu dilakukan untuk melihat adakah sejumlah kecil protein yang keluar pada urine. Bila ada, ini merupakan tanda awal kerusakan ginjal.

5. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter


Ketidakpatuhan terhadap aturan dan jadwal minum obat kerap menjadi akar masalah buruknya kontrol gula darah seseorang. Jika hal ini terus berlanjut, kontrol gula darah akan sulit dicapai dan akhirnya menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal.

Fakta berbicara bahwa hampir 40 persen penderita diabetes pada akhirnya mengalami gagal ginjal. Oleh karena itu, jika Anda salah satunya, segeralah terapkan cara-cara di atas agar kerusakan ginjal dapat dihindari. Tidak sulit, bukan?

 

[RS/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua