Macam-Macam Penyakit Mata Akibat Diabetes

Fakta berkata bahwa diabetes merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa berusia 20–74 tahun. Ini karena kondisi kadar gula darah tinggi pada diabetes dapat memengaruhi kesehatan mata.

Berikut ini adalah empat penyakit mata yang paling sering muncul akibat diabetes:

1. Pandangan buram


Saat pandangan terasa buram, Anda tak perlu buru-buru untuk mengganti ukuran kacamata. Ini bisa terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi. Lensa mata menjadi bengkak dan membuat penglihatan Anda terganggu.

Untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini, jaga kadar gula darah pada rentang 70–130 mg/dL saat sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL saat 1–2 jam setelah makan. Agar pandangan Anda kembali normal, dibutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan setelah target kendali gula darah tercapai.

2. Katarak

Lensa mata memiliki kemampuan seperti kamera, yakni memfokuskan gambar agar objek terlihat jelas. Jika terjadi katarak, lensa yang normalnya berwarna bening akan menjadi keruh. Elastisitas lensa pun berkurang sehingga tidak bisa memfokuskan objek seperti sediakala. Keluhan biasanya berupa pandangan buram dan silau.

Katarak sebenarnya umum ditemui pada individu lanjut usia (di atas 65 tahun). Akan tetapi, diabetesi cenderung mengalaminya di usia yang lebih muda. Perburukannya pun lebih cepat.

3. Glaukoma

Tekanan bola mata yang meningkat disebut dengan glaukoma. Ini terjadi jika aliran cairan di dalam mata tidak lancar. Jika tekanan bola mata terus-menerus tinggi, dapat timbul kerusakan saraf dan pembuluh darah mata, yang akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan. Keluhan pada glaukoma biasanya berupa nyeri pada bola mata,mata berair, sakit kepala, pandangan buram,melihat lingkaran-lingkaran cahaya, hingga gangguan lapang pandang.

4. Gangguan saraf mata atau retinopati diabetik

Retina merupakan sekelompok sel di bagian belakang mata, yang berperan penting dalam penglihatan. Seseorang yang mengalami kerusakan retina akan sulit untuk melihat dengan jelas atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali meski bagian mata lainnya baik.

Pada diabetes, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi akan merusak pembuluh darah di retina. Kondisi ini membuat sel-sel retina tidak dapat berfungsi dan tampak sebagai penglihatan yang menurun atau bahkan kebutaan. Inilah yang disebut dengan retinopati diabetik.

Makin lama seseorang mengalami diabetes, makin besar pula peluang mengalami retinopati diabetik. Namun, kontrol gula darah yang baik akan menurunkan peluang terjadinya gangguan ini.

Itulah empat komplikasi mata akibat diabetes yang paling sering terjadi. Semuanya dapat menyebabkan penglihatan terganggu dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Karena itulah, diabetesi harus rutin melakukan pemeriksaan mata, paling sedikit satu tahun sekali. Segera berkonsultasi dengan dokter mata jika terdapat gangguan penglihatan. Pada prinsipnya, kelainan mata yang terdeteksi dini akan lebih mudah diatasi dan dihambat perburukannya.


[RS/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua