Diabetesi Lebih Sering Bisulan, Benarkah?

Kurang lebih 79 persen diabetesi mengalami penyakit kulit. Salah satunya ialah infeksi kulit seperti bisulan.

Bisulan, yang dalam bahasa medis disebut dengan furunkel, merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Jenis bakteri penyebab tersering, yaitu Staphylococcus dan Streptococcus.

Lokasi bisul biasanya di area lipatan kulit seperti selangkangan atau lipat ketiak. Ini karena bakteri lebih mudah berkembang di lingkungan yang lembap, gelap, dan hangat. Meski demikian, bisul dapat terjadi di mana saja.

Kulit yang mengalami infeksi bakteri akan terasa nyeri dan hangat saat disentuh, serta terdapat bengkak dan kemerahan. Jika infeksi ini tidak segera ditangani, dapat berlanjut menjadi karbunkel, yakni infeksi jaringan dalam kulit yang lebih serius.

Kondisi ini perlu ditangani secara khusus oleh dokter. Sebab pengobatan yang tidak tepat meningkatkan risiko septikemia atau infeksi darah, yang dapat mengancam nyawa penderitanya.

Diabetesi lebih rentan

Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dan tidak terkendali membuat aliran darah ke kulit menurun. Kondisi tersebut merusak pembuluh darah dan saraf-saraf di kulit yang pada akhirnya menyebabkan perubahan struktur kulit. Hasil akhirnya, tekstur dan penampakan kulit berubah, kemampuan sel-sel kulit untuk menyembuhkan diri pun berkurang.

Kondisi ini juga diperburuk dengan kekebalan tubuh yang secara umum lebih rendah pada diabetes selain karena iklim tropis Indonesia yang bersuhu panas dan berkelembapan tinggi. Suasana lingkungan yang seperti ini sedikit banyak mempermudah bakteri untuk berkembang biak.

Pada diabetesi, infeksi bakteri cenderung lebih sering dan lebih sulit sembuh. Oleh karena itu, kadar gula darah harus dikendalikan agar kulit tidak mudah terinfeksi. Selama kadar tidak dikendalikan, ukuran, jumlah, dan frekuensi bisulan akan terus bertambah.

Selain itu, Anda perlu membiasakan gaya hidup berikut demi membantu mencegah infeksi kulit.

  • Cegah kulit kering dengan menggunakan pelembap yang aman. Kulit yang kering cenderung gatal, mudah iritasi maupun mengalami infeksi.
  • Hindari menggaruk kulit kering, yang dapat menyebabkan kulit lecet dan akhirnya mempermudah infeksi.
  • Bila ada, segera obati luka. Gunakan pula sabun antibakteri di area luka.
  • Hindari mandi air panas karena dapat mengakibatkan kulit kering. Gunakan air hangat atau air dingin.
  • Pada diabetesi, infeksi kerap timbul di lokasi penyuntikkan insulin. Karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan lokasi tersebut dengan kapas alkohol sebelum melakukan penyuntikkan.

Bila Anda mengalami bisulan, sebaiknya segera kunjungi dokter. Meski tampak sederhana, kondisi tersebut perlu ditangani secara menyeluruh dan tepat pada diabetesi.


[RS/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua