Obat Herbal untuk Mengatasi Diabetes, Manjurkah?

Pengobatan diabetes yang bersifat seumur hidup membuat banyak orang mencari terapi yang lebih alami, seperti obat herbal. Sejak penyakit ini pertama kali ditemukan, yaitu abad pertama setelah Masehi, banyak tanaman herbal yang dikembangkan untuk menyembuhkan maupun mencegah penyakit. Lantas, apakah obat herbal ini dapat dan aman untuk mengatasi diabetes?

Sejumlah uji klinis yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya hubungan antara pengobatan herbal dengan perbaikan kontrol gula darah. Sejalan dengan itu, makin banyak orang menggunakan terapi herbal yang dianggap lebih alami untuk mengatasi diabetes.

Dari hasil beberapa studi, tanaman-tanaman, seperti lidah buaya, ekstrak bilberry, melon pahit, kayu manis, fenugreek, jahe, dan okra, dapat menurunkan kadar gula darah. Meski demikian, para pakar kedokteran Barat masih belum yakin apakah efek antidiabetes dari tanaman-tanaman herbal ini signifikan.

Pasalnya, belum ada studi yang dilakukan dalam skala besar dan jangka panjang. Dengan demikian, efek sesungguhnya dari obat herbal tersebut, segi keamanan, dan efek samping belum jelas.

Sebagai tambahan, ditemukan bahwa sebagian obat herbal serta vitamin dan suplemen tertentu dapat berinteraksi dengan terapi diabetes yang standar. Contohnya, ginseng, bawang putih, dan melon pahit dilaporkan memperkuat efek obat antidiabetes atau insulin dalam menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, dikhawatirkan penggunaan obat herbal akan makin menurunkan gula darah ke kadar yang terlalu rendah dan berbahaya.

Laporan lain menyebutkan bahwa lidah buaya yang dikonsumsi secara oral dalam jangka panjang memang dapat menurunkan kadar gula darah. Akan tetapi, terdapat efek samping yang cukup mengganggu, yaitu efek laksatif, yang membuat feses lembek dan frekuensi buang air besar meningkat.

Dikarenakan diabetesi membutuhkan terapi jangka panjang, interaksi obat-obat ini bisa menjadi fatal. Keamanannya terhadap ginjal pun belum teruji sehingga dikhawatirkan dapat memperberat fungsi ginjal.

Hingga kini, obat herbal hanya digunakan sebagai suplemen atau pelengkap pengobatan diabetes. Obat-obatan ini belum bisa menggantikan obat antidiabetes maupun terapi insulin, yang sudah terbukti efektif dan aman.

Bila Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat herbal, diskusikan terlebih dulu dengan dokter yang merawat. Pastikan bahwa obat-obat ini aman untuk kondisi Anda serta tidak menimbulkan interaksi dengan regimen pengobatan diabetes dari dokter.


[RS/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua