Tip Berbuka Puasa Saat Mudik Bagi Diabetesi

Bulan Ramadan identik dengan tradisi mudik Lebaran. Sebagian dari Anda mungkin sudah merencanakan jalur mudik apa yang akan dipilih. Bila Anda memilih jalur darat, tentu kemacetan merupakan hal yang tak terhindarkan. Lantas, apa yang perlu dipersiapkan agar orang dengan penyakit diabetes tetap bisa berbuka puasa secara sehat kala mudik?

Pada prinsipnya, mudik Lebaran tidak boleh mengganggu pengelolaan gula darah. Jenis makanan dan minuman yang dipilih untuk buka puasa perlu diperhatikan agar tubuh bertenaga, namun kadar gula darah tetap terkendali. Beberapa tips praktis berikut dapat membantu.

1. Bawalah buah-buahan segar

Buah kaya serat, air dan kalium. Selain menghilangkan rasa haus, buah juga memberikan energi instan, sehingga Anda merasa segar kembali setelah berjam-jam puasa. Di samping itu, kandungan seratnya dapat membantu Anda mencegah kesulitan buang air besar (konstipasi/sembelit) yang kerap menyerang kala puasa.

Untuk diabetesi (pengidap diabetes), pilihlah buah dengan indeks glisemik rendah yang mudah digenggam dan tak perlu dipotong-potong seperti apel, jeruk, pir, atau pisang. Namun, berhati-hatilah saat memilih dan menyimpannya.

Pilihlah buah yang belum terlalu matang, khususnya pisang agar tidak mudah busuk di perjalanan. Hindari pula buah terkena paparan sinar matahari atau panas yang berlebihan selama di perjalanan.

2. Sediakan air putih sebanyak mungkin

Kemacetan yang dihadapi saat mudik akan sulit diperkirakan. Jadi, agar Anda tidak kesulitan mencari air minum untuk berbuka puasa, bawalah sebanyak yang Anda bisa. Meski tidak banyak bergerak di perjalanan, Anda tetap perlu banyak minum di antara waktu berbuka dan sebelum tidur agar tidak dehidrasi.

3. Siapkan camilan sehat yang mengenyangkan

Camilan yang baik bagi diabetesi adalah yang mengenyangkan namun tidak meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Jenis camilan yang praktis dibawa-bawa dan sehat bisa berupa kurma atau kacang-kacangan, seperti kacang rebus atau kacang panggang. Anda juga bisa membawa keju, yoghurt atau roti gandum sebagai variasi. Meski sehat, konsumsilah sewajarnya.

4. Sebisa mungkin hindari makanan berikut

Makanan tinggi gula dan tinggi kalori seperti kue-kue kering, kue basah manis dan cokelat sebaiknya tidak menjadi menu berbuka puasa. Hindari pula minuman bersoda dan minuman kemasan dengan kadar gula yang tinggi (>12 gram per takaran saji).

Makanan-makanan ini memang dapat memuaskan lidah Anda setelah berjam-jam puasa, akan tetapi cepat meningkatkan kadar gula darah dan membuat Anda mudah lapar. Selain itu, karena porsinya kecil Anda akan cenderung makan berlebihan setelahnya.

Makanan lain yang perlu dihindari yakni gorengan dan makanan yang terlalu berminyak. Kandungan kalori dan lemak trans yang tinggi di dalamnya tidak sehat untuk diabetesi.

Saat mudik, rasa lelah dan lapar kerap membuat Anda ‘menyerah’ untuk mengonsumsi apa pun yang tersedia untuk buka puasa. Kadangkala hal ini memang tak bisa dihindari. Tetapi, paling tidak upayakan untuk mempersiapkan yang terbaik agar cara puasa Anda tidak memperburuk kondisi diabetes yang dimiliki. Mudik sehat? Mengapa tidak!

[NP/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua