Perlukah Diabetesi Minum Suplemen Saat Puasa?

Orang dengan penyakit diabetes atau disebut diabetesi yang berpuasa rentan kekurangan zat gizi karena berkurangnya frekuensi makan dan minum. Proses metabolisme menjadi kurang optimal dan daya tubuh bisa menurun. Akibatnya Anda pun mudah lelah dan jatuh sakit. Lantas, apakah diabetesi perlu minum suplemen selama beribadah puasa?

Kondisi diabetes sesungguhnya telah membuat kebutuhan Anda akan vitamin dan mineral tertentu meningkat. Dengan berpuasa, kebutuhan ini semakin meningkat karena Anda tidak memiliki banyak kesempatan untuk memenuhinya. Jadi, bila tak yakin kebutuhan zat-zat ini akan terpenuhi optimal selama bulan puasa, Anda perlu mengonsumsi suplemen.

Suplemen untuk orang dengan diabetes

Khusus untuk diabetesi, sebaiknya pilih suplemen yang mengandung zat-zat sebagai berikut. Anda dapat mengecek label kemasan seperti berikut:

1. Vitamin A

Vitamin A adalah zat yang amat penting dalam menyokong fungsi kekebalan tubuh yang normal, pertumbuhan dan perbaikan sel, serta kesehatan mata. Vitamin ini dapat dikonsumsi dengan dosis maksimum 10.000 IU per hari. Hindari suplemen dengan dosis yang lebih dari itu karena berisiko menimbulkan keracunan.

2. Vitamin B9

Nama lain dari vitamin ini yaitu asam folat. Diabetesi membutuhkan vitamin ini untuk bisa mendukung pembentukan sel-sel baru, terutama sel darah merah. Dosis konsumsi suplemen harian asam folat yang dianjurkan yaitu 400 mcg.

3. Vitamin B12

Konsumsi obat anti diabetes metformin meningkatkan risiko berkurangnya kadar vitamin B12 dalam darah. Padahal, vitamin ini amat penting untuk kesehatan otak dan saraf. Vitamin ini paling baik untuk diabetesi yang sudah mengalami gangguan saraf (neuropati) dan penurunan kekebalan tubuh.

Oleh sebab itu, orang dengan penyakit diabetes membutuhkan asupan vitamin B12 untuk melengkapi kebutuhan vitamin hariannya. Dalam bentuk suplemen, dosis yang dianjurkan ialah 100 mcg per hari.

4. Vitamin C

Diabetesi umumnya memiliki kadar vitamin C yang rendah di dalam darah. Padahal, vitamin ini amat penting untuk membantu proses pembakaran lemak serta memperbaiki kadar gula darah.

Vitamin C juga bersifat sebagai antioksidan, untuk melawan radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Anda dapat mengonsumsi 500–1.000 mg vitamin C per hari untuk mendukung proses metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.

5. Vitamin D3

Selain mendukung kesehatan tulang dan gigi, vitamin D3 juga mendorong produksi antikuman cathelicidins, yang berfungsi untuk menghancurkan virus, bakteri dan kuman lainnya.
Mengonsumsi vitamin D3 ini sangat penting untuk kondisi diabetes, yang pada dasarnya lebih rentan mengalami infeksi. Sebagai suplemen, cukup konsumsi vitamin D3 sebanyak 400-1,000 IU per hari.

6. Vitamin E

Sama seperti vitamin C, vitamin E merupakan antioksidan kuat. Vitamin ini juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit, rambut, kuku, mata dan sistem kekebalan tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa dosis tinggi vitamin E dapat memperbaiki kerusakan saraf akibat diabetes dan menghambat timbulnya katarak serta penyumbatan pembuluh darah.

Dosis vitamin E dalam bentuk suplemen dianjurkan tak lebih dari 200 IU per hari karena dapat mengganggu kerja obat-obat yang mencegah pembekuan darah bila dikonsumsi bersamaan. Di samping itu, konsumsi vitamin E secara berlebihan dapat memicu timbulnya efek samping seperti tekanan darah tinggi bahkan stroke.

7. Zinc (Seng)

Seng atau zinc merupakan mineral peningkat kekebalan tubuh yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Selain itu, seng juga berperan dalam metabolisme gula dan lemak darah. Dosis harian yang dianjurkan yakni 20 mg.

Waktu tepat minum suplemen saat puasa

Salah satu efek samping tersering dari konsumsi suplemen ialah mual dan rasa tidak nyaman pada perut. Untuk menguranginya, sebaiknya konsumsi suplemen bersamaan dengan waktu makan, yakni saat sahur atau berbuka puasa.

Terakhir, meski Anda telah mengonsumsi suplemen, jenis makanan saat sahur dan berbuka tetap perlu diperhatikan. Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Sesuai namanya, suplemen, tidak dimaksudkan untuk menggantikan makanan tertentu, melainkan menjadi pelengkap agar seluruh kebutuhan zat gizi penting terpenuhi.

Jadi, suplemen juga tidak masalah jika ingin dikonsumsi oleh penyandang diabetes. Karena ternyata justru diaetesi membutuhkannya agar tetap aktif selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

[NP/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua