Benarkah Pola Diet Vegetarian Bermanfaat Untuk Cegah Diabetes?

Pola diet vegetarian disebut-sebut dapat membuat kadar gula darah lebih terkendali pada orang dengan penyakit diabetes. Bahkan, pola diet ini juga diklaim dapat mencegah timbulnya diabetes. Betulkah?

Diet vegetarian cukup populer di kalangan pemerhati kesehatan. Jumlah peminatnya pun kian meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran individu pada kesehatan. Secara global, kurang lebih 2 persen dari populasi penduduk dunia tak lagi mengonsumsi daging atau ikan.

Menurut Perhimpunan Vegetarian, seseorang disebut vegan bila ia memilih untuk mengonsumsi makanan yang bersumber dari kacangan-kacangan, biji-bijian, sayur-sayuran, dan buah-buahan, baik tanpa maupun disertai dengan konsumsi produk susu dan telur.

Namun, seorang vegan murni tidak lagi mengonsumsi daging merah, daging unggas, ikan, kerang, maupun produk sampingannya.

Manfaat diet vegetarian bagi diabetes

Hasil studi menyebutkan setidaknya ada empat manfaat yang bisa didapat oleh orang dengan penyakit diabetes (diabetesi) dari menerapkan pola diet vegetarian, yakni:

1. Menjaga berat badan

Diet vegetarian biasanya lebih rendah kalori ketimbang diet biasa, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa individu yang menjalani diet vegetarian memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah daripada yang tidak.

Bagi diabetesi, menjaga berat badan di rentang normal adalah hal yang utama, sebab sangat memengaruhi kontrol gula darah.

2. Memperbaiki kontrol gula darah dan kerja insulin

Hasil studi membuktikan bahwa individu yang menjalani diet vegetarian memiliki kadar HbA1c yang lebih rendah daripada yang tidak. Sejalan dengan itu, studi lain menunjukkan berkurangnya dosis obat atau insulin pada individu diabetes yang menjalani diet vegetarian.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa diet vegetarian membuat kontrol gula darah lebih baik dengan cara membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap kerja insulin. Meski demikian, jenis diet vegetarian yang berasal dari karbohidrat sederhana seperti kentang, nasi putih dan roti putih dapat meningkatkan kadar gula darah.

3. Menurunkan risiko diabetes dan komplikasinya

Hasil dari berbagai studi di India, Taiwan dan Amerika Utara menunjukkan bahwa risiko diabetes berkurang hingga 30–75 persen pada individu yang mengonsumsi diet vegetarian.
Diet vegetarian juga berhubungan dengan menurunnya risiko komplikasi diabetes seperti nyeri akibat gangguan saraf (neuropati) dan gagal ginjal, jika ditambahkan suplemen vitamin B12 1.000 mcg/hari.

4. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Diet vegetarian adalah diet yang bebas kolesterol, rendah lemak jenuh dan tinggi serat. Selain menjaga kadar gula darah, diet vegetarian juga dapat memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner seperti profil kolesterol, trigliserida dan tekanan darah.

Risiko seseorang untuk mengalami penyakit jantung koroner dan stroke tentunya menjadi lebih rendah pada mereka yang menjalani diet vegetarian.

Diet vegetarian bisa cegah diabetes

Jadi, bisa disimpulkan bahwa diet vegetarian dapat membantu mencegah diabetes pada mereka yang belum mengalaminya. Pada yang sudah, diet ini memang tidak akan sepenuhnya menyembuhkan Anda dari diabetes, tetapi kontrol gula darah akan menjadi lebih baik.

Tentunya, semakin buruknya risiko komplikasi diabetes dapat diperlambat atau bahkan dicegah dengan menjalankan pola diet ini.

Meski banyak manfaatnya, diet vegetarian pun memiliki kekurangan. Beberapa zat gizi penting seperti vitamin B12 dan vitamin D3 hanya bisa didapat dari sumber hewani. Karenanya, bila ingin menjalani pola diet vegetarian, Anda pun perlu mengonsumsi suplemen vitamin agar seluruh kebutuhan zat gizi tercukupi.

Namun, sebelum menjalankan pola diet vegetarian, ada baiknya Anda berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi untuk mendapatkan anjuran terbaik, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes.

[NP/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua