Mungkinkah Lamaran Kerja Ditolak Karena Diabetes?

Bagi para pencari kerja, ketika melamar pekerjaan yang diidamkan pastinya berharap bisa diterima. Namun, dengan adanya kondisi diabetes, muncul pertanyaan, apakah kondisi tersebut dapat menggagalkan impian untuk bekerja di tempat yang diinginkan?

Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja dan kehadiran seseorang di tempat kerja. Salah satu kondisi kesehatan yang banyak didapati pada seseorang adalah diabetes. Menurut data dari Federasi Diabetes Internasional (IDF) tahun 2015, dari 10 juta penderita diabetes di Indonesia, kasus paling banyak terjadi pada rentang usia produktif (40–59 tahun).

Jika pelamar punya diabetes

Dalam ilmu kedokteran kerja, diabetes dianggap sebagai sebuah ‘kecacatan’ karena ada fungsi tubuh yang tidak normal, yakni gangguan fungsi sistem hormonal tubuh yang tampak sebagai ketidakmampuan hormon insulin dalam mengolah gula darah sebagai energi. Namun, perlu diketahui bahwa kecacatan dan ketidakmampuan untuk melakukan suatu pekerjaan adalah dua hal yang berbeda. Memiliki diabetes tidak selalu berdampak negatif pada kinerja seseorang.

Bila tes kesehatan awal menunjukkan adanya kecurigaan diabetes atau adanya riwayat diabetes, pemberi kerja umumnya akan meminta pemeriksaan medis lanjutan. Ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan keamanan dan efektivitas individu dengan diabetes dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Pelamar kerja biasanya harus menjalani evaluasi secara pribadi dan menyeluruh. Evaluasi bisa dilakukan oleh dokter yang menangani diabetes pada individu tersebut atau dokter lain yang ditunjuk.

Data apa yang diminta?

Informasi yang diminta oleh pemberi kerja biasanya terbatas pada data medis yang relevan untuk kondisi diabetes dan pengaruhnya terhadap kemampuan kerja seseorang saat itu. Misalnya, apakah ada kaitan regimen obat yang sedang digunakan, catatan kadar gula darah, serta kepatuhan seseorang terhadap anjuran pengobatan.

Perlu diketahui bahwa hanya dokter yang boleh melakukan evaluasi serta memiliki akses terhadap informasi medis pelamar kerja. Pemberi kerja hanya membutuhkan kesimpulan apakah pada akhirnya seseorang layak atau tidak layak untuk bekerja pada posisi yang ditawarkan.

Lantas, mungkinkah lamaran kerja ditolak karena diabetes?

Keputusan pemberi kerja untuk mempekerjakan seseorang seharusnya tidak hanya berdasarkan satu data, seperti hasil satu kali pemeriksaan gula darah atau hasil HbA1c saja. Karena itulah, diperlukan evaluasi ulang yang menyeluruh dan mendetail terkait kondisi diabetes dan kepatuhan terhadap pengobatan, dengan mempertimbangkan deskripsi pekerjaan dan lingkungan kerja.

Lamaran kerja biasanya akan ditolak jika terlihat jelas bahwa seseorang tidak mampu melakukan fungsi-fungsi penting pada posisi yang ditawarkan. Selain itu juga bila pekerjaan yang dilakukan sangat berisiko untuk kesehatan pelamar, yang mana risiko ini tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan memodifikasi lingkungan kerja.

Jadi, dapatkah seseorang gagal diterima kerja karena diabetes? Ya dan tidak. Pada prinsipnya, semua orang, baik yang memiliki diabetes maupun tidak, memiliki peluang yang sama untuk diterima pada posisi yang ditawarkan. Hanya saja, prosesnya bisa jadi lebih panjang.

Jika diabetes terbukti tidak menghambat pekerjaan atau sebaliknya pekerjaan tidak akan memperparah kondisi diabetes, maka kemungkinan besar Anda akan diterima jika memang telah memenuhi persyaratan lainnya.

Bila di kemudian hari lamaran kerja ditolak, jangan patah semangat. Masih banyak peluang untuk diterima di tempat atau posisi lain yang mungkin lebih aman dan tidak berisiko untuk kesehatan dan kondisi diabetes Anda.

(RN/ RH)

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua