Minyak Masak Terbaik untuk Diabetesi

Minyak masak termasuk sumber lemak. Komposisinya merupakan gabungan dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh dalam jumlah yang bervariasi. Perbedaan komposisi inilah yang membuat minyak masak ada yang sehat, ada pula yang kurang sehat.

Pada diabetesi, selain memengaruhi kadar gula darah, kandungan minyak masak yang sehat juga berefek positif pada tekanan darah dan profil lemak darah seperti kolesterol dan trigliserida.

Berikut ini adalah beberapa minyak masak yang dianggap sehat untuk diabetesi:

1. Minyak kanola

Minyak kanola merupakan minyak yang berasal dari tumbuhan grapeseed. Minyak ini kaya akan asam alfa-linoleat yang merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3. Sebuah studi menemukan bahwa minyak ini membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol jahat pada individu dengan diabetes tipe 2.

2. Minyak zaitun

Minyak zaitun dikenal sebagai minyak yang menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Namun ternyata minyak ini pun bermanfaat bagi diabetes karena mengandung antioksidan tirosol yang membantu memperbaiki kadar gula darah dengan cara membuat sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin.

3. Minyak flaxseed

Minyak ini mengandung mucilage, yakni salah satu jenis serat yang dapat memperlambat pencernaan dan penyerapan glukosa. Dengan demikian, peningkatan tiba-tiba kadar gula darah dapat dicegah.

4. Minyak dedak padi (rice bran oil)

Minyak ini kaya akan antioksidan serta asam lemak tak jenuh, baik tunggal (monounsaturated fatty acids/MUFA) maupun ganda (polyunsaturated fatty acids/PUFA). Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Nutritional Biochemistry menunjukkan bahwa konsumsi rice bran oil dapat menurunkan kadar gula darah hingga 30%.

5. Minyak kacang kenari

Seperti minyak zaitun, minyak ini pun dapat meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap kerja hormon insulin. Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat menunjukkan bahwa konsumsi rutin minyak kacang kenari berhubungan dengan berkurangnya risiko diabetes tipe 2 pada wanita. Minyak ini pun kaya akan asam lemak omega-3 dan PUFA, sehingga baik bagi jantung dan pembuluh darah.

6. Minyak wijen

Minyak yang satu ini kaya akan vitamin E dan antioksidan lignan. Keduanya memiliki manfaat penting bagi diabetesi. Sebuah studi di tahun 2016 yang dimuat dalam American Journal of Medicine menyebutkan bahwa kombinasi minyak dedak padi dan minyak wijen dapat memperbaiki kadar gula darah dan kolesterol pada diabetesi.

7. Minyak kelapa

Minyak kelapa terkenal akan aromanya yang kuat dan khas. Minyak ini mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida, kolesterol jahat, serta menstabilkan tekanan darah. Meski demikian, kadar asam lemak jenuhnya tinggi, sehingga konsumsinya perlu dibatasi.

8. Minyak bunga matahari

Minyak bunga matahari memiliki titik didih yang tinggi, sehingga Anda dapat menggunakannya dalam berbagai metode memasak seperti menumis, menggoreng atau memanggang. Minyak ini memiliki kadar lemak jenuh yang sangat rendah dan sebaliknya sangat kaya akan asam lemak tak jenuh, sehingga sehat dan aman untuk diabetes.

Meski minyak-minyak ini tergolong sehat, penggunaan yang tidak tepat dapat membuatnya menjadi tidak sehat. Minyak yang dipanaskan berulangkali pada suhu tinggi menyebabkan kadar asam lemak jenuh di dalamnya semakin banyak dan mengandung pula asam lemak trans, yang sudah pasti tidak baik untuk kesehatan.

Perhatikan pula apakah produk minyak memang bisa digunakan untuk menumis, menggoreng, ataukah hanya sebagai dressing, seperti pada beberapa produk minyak zaitun. Penggunaan minyak masak yang tepat sesuai jenis minyak memastikan Anda mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, terutama bagi Anda yang memiliki diabetes.

Baca juga: Cara Memasak yang Aman untuk Diabetes.

[NP/ RH]

Sumber 1

Sumber 2

Share:

Artikel Lainnya

Lihat Semua